Thank You For Viewing My Blog
Glitter Graphics Myspace CommentsWelcome Myspace Comments
Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

Hello Guest...


Keeping track of Web page access

Keeping track of Web page access

Adsense Leaderboard

Enjoy For Reading

Apakah Anda Mengalami Kecanduan Hubungan ?

Anda pernah mengalami kecanduan? Jika pernah, Anda pasti tahu betapa tidak enaknya jika tidak bisa mendapatkan sesuatu yang membuat Anda ketagihan. Anda akan terus menerus gelisah jika tidak dipuaskan. Sebaliknya jika mendapatkan, maka Anda merasa luar biasa senang. Begitulah kecanduan. Selalu ingin mengulangi dan sangat sulit untuk berhenti. Kecanduan banyak ragamnya, mulai dari kecanduan obat, kecanduan rokok, kecanduan narkoba, kecanduan seks, sampai kecanduan hubungan.

ImageApakah sebenarnya kecanduan hubungan? Anda kecanduan hubungan jika Anda begitu terobsesi dengan seks, romantisme atau hubungan itu sendiri. Saat Anda mengalami kecanduan, maka Anda akan kehilangan kontrol terhadap diri sendiri. Segala tindak tanduk Anda akan diarahkan kepada objek yang membuat Anda terobsesi.

Anda mengalami kecanduan romantisme jika Anda hidup dalam keyakinan yang semu atau hidup dalam fantasi tentang romantisme. Anda percaya bahwa cinta sebagai kekuatan ajaib yang mampu mengatasi segalanya. Asal ada cinta, semuanya beres. Asal ada cinta, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Asal ada cinta, bahagia pasti datang. Anda mengira cinta sebagai solusi bagi semua masalah.

Para pecandu romantisme sangat mendambakan suatu perjalanan liburan nan romantis, makan malam di tengah taman indah bertabur cahaya lilin, selalu ada bunga tanda cinta setiap hari, dan berbagai hal-hal romantis lainnya. Mereka terobsesi. Mereka tidak sanggup untuk berhenti. Hal-hal romantis mereka dambakan begitu kuatnya. Jika tidak memperolehnya mereka gelisah.

Anda mengalami kecanduan seks jika Anda terobsesi seks dalam hidup Anda. Seperti halnya kecanduan narkoba yang membuat Anda gelisah jika tidak mengkonsumsi narkoba, begitu juga Anda akan gelisah jika tidak melakukan hubungan seks. Pecandu seks akan berusaha memastikan bahwa kebutuhannya akan seks terpenuhi kapanpun mereka menginginkan. Oleh sebab itu mereka menjalin hubungan cinta dengan orang lain agar bisa memenuhi hasrat seksual mereka. Buat mereka, semakin banyak hubungan seks yang dilakukan, maka mereka akan semakin puas. Hal tersebut berbeda dengan hubungan yang sehat dimana hubungan seksual yang berkualitas yang terjalin antar dua belah pihak yang bisa menimbulkan kepuasan.

Anda adalah pecandu hubungan jika Anda terobsesi ide-ide fantastik tentang sebuah hubungan dan kecanduan untuk selalu memiliki sebuah hubungan cinta. Para pecandu hubungan selalu menginginkan ada pasangan yang mencintai dan dicintai. Mereka sangat terobsesi untuk menikah. Mereka tidak bisa hidup sendirian. Mereka tidak bisa menjadi jomblo. Jika sudah menjalin cinta, sebagian pecandu akan berusaha dengan segala cara untuk tetap menjaga hubungan.

Secara keseluruhan, jika Anda mengalami kecanduan hubungan (baik kecanduan seks, romantisme, maupun hubungan), maka Anda akan terserap keseluruhan ke dalam hubungan. Anda tidak memerdulikan diri Anda sendiri. Yang terpenting bagi Anda adalah hubungan karena hubungan yang Anda jalin bisa memuaskan Anda. Ibarat kecanduan narkoba, hubungan cinta adalah narkoba bagi Anda.

Para pecandu hubungan memiliki keintiman semu dengan pasangan. Mereka seolah-olah begitu dekat. Padahal sebenarnya tidak. Mereka tidak merasakan kedekatan dengan pasangan. Tidak ada perasaan cinta yang sesungguhnya. Adanya pasangan hanya memuaskan diri mereka belaka. Mereka mengontrol pasangan. Sebab hanya dengan mengontrol pasangan maka mereka memperoleh apa yang mereka butuhkan (seks, romantisme atau pun hubungan itu sendiri). Selain itu, mereka juga memiliki rasa percaya diri atau harga diri yang rendah. Mereka kurang bisa mengekspresikan perasaan dan keinginan. Mereka kurang memiliki kemampuan dalam melakukan interaksi dengan pasangan. Mereka juga kurang menunjukkan adanya orientasi pada orang lain. Mereka hanya fokus pada diri mereka sendiri dan kurang memperhatikan pasangan. Kesimpulannya, kecanduan hubungan bisa membuat hubungan menjadi tidak sehat dan tidak berbahagia.

Kuis : Apakah Anda kecanduan hubungan?
Berikut adalah kuis untuk mengetahui apakah Anda mengalami kecanduan hubungan atau tidak. Pilihlah pernyataan yang paling menggambarkan diri Anda. Lingkari A atau B sesuai dengan pilihan Anda.

1. Ketika saya jujur mengenai diri saya dan hubungan saya, saya lebih mungkin untuk percaya bahwa :
A. Saya akan tidak mampu untuk bertahan tanpa hubungan ini
B. Saya akan baik-baik saja jika hubungan ini hancur

2. Ketika saya jujur mengenai diri saya dan hubungan saya, saya lebih mungkin untuk percaya bahwa :
A. Saya tidak berharga, dan saya kadang-kadang heran mengapa pasangan saya tetap bertahan dengan saya
B. Saya orang yang berharga, dan pasangan saya beruntung mendapatkan saya

3. Secara umum, saya menganggap hubungan saya :
A. Menunjukkan keintiman/kedekatan satu sama lain tetapi sesunggunya kurang intim/dekat.
B. Memiliki keintiman/kedekatan yang dalam

4. Saya kadang-kadang merasa bahwa hubungan saya
A. Sebuah pelarian dari keintiman
B. Bermakna keintiman/kedekatan

5. Secara umum saya harus mengatakan bahwa :
A. Saya tidak tergantung pada hubungan saya
B. Saya tergantung pada hubungan saya

6. Secara umum saya cenderung merasa bahwa :
A. Saya berpikir jernih dan merasa benar sesuai tujuan
B. Saya bingung, kurang fokus dan kurang bisa berpikir jernih

7. Secara umum komunikasi yang terjalin dalam hubungan saya (mengenai siapa saya, apa yang saya sukai dan apa yang saya inginkan dalam hubungan) adalah
A. Terlalu sering tidak jujur
B. Sangat jarang tidak jujur

8. Dalam hubungan saya, saya
A. Secara berhati-hati memonitor kesan yang saya berikan pada pasangan saya
B. Bertindak spontan saja, apa yang dirasakan itulkah yang diungkapkan

9. Dari waktu ke waktu, saya harus menjadi
A. Kurang menuntut pasangan saya dan lebih berkeinginan untuk mendukung pasangan saya
B. Saya lebih menuntut pasangan saya dan kurang berkeinginan untuk mendukung pasangan saya

10. Secara umum saya merasa hubungan saya memiliki ciri
A. Berorientasi pada pasangan saya (fokus pada pasangan)
B. Berorientasi pada saya (fokus pada diri saya)

Penilaian
Jika respon Anda A, untuk pernyataan nomor 1, 2, 3, 4, 7 dan 8, dan jika respon Anda B untuk pernyataan nomor 5, 6, 9, dan 10, maka Anda adalah pecandu hubungan.


*Diadaptasi dari DeVito (1997), The Interpersonal Communication Book,7th ed. Harper CollinsCollegePublisher, New York.

Search This Blog

Thank You Myspace Comments
Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.